Belajar Otomotif Online

Hanya situs lain dari WordPress

Poros Penggerak Roda (Wheel Drive Shaft)

Pada umumnya poros penggerak roda  suspensi rigid yang dipaksa
pada kendaraan ringan adalah jenis semi floating. 

1. Pembongkaran
Sebelum melakukan pembongkaran lakukan pemeriksaan awal
dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a.  Kendorkan mur roda
b.  Dongkrak mobil dan tumpu dengan jack stand
c.  Lepas roda dan tromol
d.  Pemeriksaan kebebasan arah aksial, Kebebasan maksimal
adalah 1 mm. Dengan menggunakan alat dial indikator.







Gambar 1. Pemeriksaan Gerak Bebas Arsial Poros Roda Belakang.
Jika kebebasan terlalu besar ganti bantalan dan biasanya kebebasan
bantalan yang terlalu besar akan terdengar suara gemuruh pada saat
mobil berjalan.
Catatan:
  Apabila bantalan roda rusak harus segera diganti, bila tidak
  maka akan menyebabkan:
  1. Bahaya terhadap pengereman
  2. Bantalan roda bisa pecah atau terbakar
  3. Boros pemakaian nahan bakar
Pembongkaran dan pemeriksaannya adalah sebagai berikut:
a.  Kendorkan mur roda.
b.  Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand.
c.  Lepas roda dan tromol rem.
d.  Lepas baut pengikat backing plat dan pipa rem menggunakan SST.





 Gambar 2. Melepas Baut Pengikat Backing Plat dan Pipa Rem.







Gambar 3. Melepas Poros Aksel Belakang.
e.  Dengan menggunakan SST lepas poros aksel belakang, hati-hati
jangan sampai merusak perapat oli.
f.  Lepas gasket poros belakang.
2. Pemeriksaan Dan Perbaikan Komponen Poros Roda Belakang
Periksalah dengan cermat dan teliti kemungkinan terjadi kerusakan
pada komponen-komponen sebagai berikut:
a.  Periksa bantalan atau bearing terhadap keausan atau kerusakan, bila
bantalan aus atau rusak gantilah dengan yang baru.
Lepas bantalan dengan menggerinda penahan dalam, dengan
menggunakan pahat dan palu potong penahan dan kepastian dari
poros.
Dengan menggunakan SST dan hydrolik pres lepas bantalan dari poros.






Gambar 4. Menggederenda Penahan Bantalan.
 
Gambar 5. Melepas Bantalan Dengan Pres Hydrolis.
 




Gambar 6. Melepas Perapat Oli Dari Rumah Poros. 
b.  Pemeriksaan Oli Seal
Kerusakan oli seal bisa menyebabkan kebocoran oli differensial/
gardan. Hal ini bisa dilihat sekitar backing plat terdapat tanda-tanda
oli keluar.
Keausan oli seal bisa dilihat pada bagian yang berhubungan dengan
poros, bila masih runcing berarti baik, bila sudah rata berarti aus,
ganti oli seal dengan yang baru bila sudah aus.
Dengan menggunakan SST lepas oli seal.
c.  Pemeriksaan Poros Roda Belakang
Periksa alur poros roda belakang dari kemungkinan aus, retak atau
puntiran.
Periksa poros roda belakang pada bagian dudukan penahan dalam dan bantalan dari kemungkinan keausan.
Dengan menggunakan dial indikator periksa poros roda belakang dari kebengkokkan dan keolengan pada flensnya.
Kebengkokkan/kelengkungan poros maksimum 1,5 mm Keolengan flens maksimum 0,1 mm.
Pada poros roda belakang dan komponennya bila terdapat kerusakan tidak dapat diperbaiki oleh karena itu harus kita ganti kecuali pada
kebengkokkan ini bisa diperbaiki.
 




Gambar 6. Memeriksa Kebengkokan Poros & Flens.
3. Perakitan Dan Pemasangan Poros Roda Belakang
Persiapkan komponen-komponen yang telah diperiksa dari kerusakan
dan yang baru.
Pemasangan kembali dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
a.  Menggunakan SST dan pres hydrolik pasang penahan bantalan luar
dan bantalan/bearing batu.

 




Gambar 7. Memasang Bantalan. 
b.  Panaskan penahan bantalan dalam hingga kurang lebih 1500 C didalam oli pemanas.
 



Gambar 8. Pemanas Penahan Bantalan.
c.  Menggunakan SST dan preshydrolik pasang penahan bantalan dalam
saat masih panas.






Gambar 9. Pemasang Penahan Bantalan Dengan Pres Hydrolik. 
d.  Menggunakan SST pasang oli seal  yang telah diolesi gemuk pada
kedalaman 6mm.






Gambar 10. Memasang Perapat Oli.
e.  Pasang poros penggerak roda pada housing axle beserta kelengkapannya yang telah diolesi perapat.
f.  Pasang dan kencangkan baud pengikat backing plat dengan momen pengencangan 670 Kg.cm.
g.  Pasang kembali pipa rem.
h.  Pasang tromol rem.
i.  Lakukan pembuangan udara pada sistem rem.
j.  Pasang roda kemudian turunkan mobil dan kencangkan baut-baut
roda.
Catatan:
Pada saat memasukan poros roda belakang lakukan dengan hati-hati
jangan sampai marusak oli seal maupun deflektor oli yang terdapat
didalam housing axle.
Kendaraan yang bersuspensi independent poros penggerak rodanya menggunakan jenis CV joint. CV joint bisa dipakai pada kendaraan tipe
poros penggerak roda depan maupun poros penggerak roda belakang. Dalam pemelajaran ini kita menggunakan tipe poros penggerak roda
depan. Service yang dilakukan sanggat jarang karena konstruksinya sangat sederhana.
1. Pembongkaran
Untuk membongkar ikuti langkah-langkah sebagai berikut:
a.  Kendorkan mur roda.
b.  Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand.
c.  Lepas roda.
d.  Lepas kaliper dan piringan rem.
 




Gambar 11. Pemeriksaan Kebebasan Bantalan.
e.  Periksa kebebasan bantalan dalam arah aksial dengan dial
indikator. Kebebasan maksimum 0,05 mm.






Gambar 12. Melepas Mur Pengikat Bantalan. 

f.  Lepas Conter pin dan mur pengikat bantalan.







Gambar 13. Melepas Tie-rod End.
 g.  Lepas hubungan tie-rod dengan steering knucle SST.






Gambar 14. Melepas Steering Knucle Dari Lower Arm.
h.  Lepas steering knucle dari lower arm.





Gambar 15. Melepas Poros Penggerak Roda Dari Hub. 
i.  Lepas poros penggerak roda dari hubungan. 

2. Pemeriksaan
Setelah unit poros penggerak roda terlepas lakukan pemeriksaan
sebagai berikut:
a.  Pemeriksaan poros penggerak roda dari kemungkinan
melengkung.
b.  Pemeriksaan out board tidak boleh ada kekocakan.
c.  Pemeriksaan inboard joint harus dapat meluncur dengan lembut
arah aksial.
d.  Periksa kebebasan inboard joint kearah radial tidak terlalu besar.
e.  Periksa gigi alur dari kemungkinan kerusakan.
 

 


Gambar 16. Memeriksa Poros Penggerak.

Komponen-komponen dari CV joint tidak bisa diperbaiki bila hasil
pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan maka harus diganti 1
unit CV joint.

3.  Pemasangan Kembali/Perakitan
Pemasangan kembali/perakitan dapat dilakukan sebagai berikut:
a.  Masukkan poros penggerak roda secara pelan-pelan ujung yang
satu ke transaxle ujung yang lain ke hub roda. Kencangkan mur
pengikat bantalan dengan momen 800 kg cm.
b.  Pasang steering knucle pada  lower arm dan kencangkan mur
dengan momen 850 kg cm.
c.  Pasang tie-rod dengan momen 600 kg cm.
d.  Pasang kaliper dan piringan rem dengan momen pengencangan
200 kg cm.
e.  Pasang roda dan mur roda.
f.  Turunkan mobil dan kencangkan mur roda.

			
Categories: Mobil